KISAH ANAK LINTANG 4 LAWANG
Judul : Van Loon
Pengarang : Hengki
Kumayandi
Penerbit digital :
Pustaka Hanan
Tahun terbit : 2012
Publikasi : Pustaka
E-Book
Tata Letak dan Desain
: Tim Pustaka Hanan
Ilustrasi buku :
suasana diwaktu fajar, langit setengah gelap, terdapat seorang laki-laki di
atas gunung dan cahaya mentari dengan tulisan warna emas.
Hengki Kumayandi
aktif di dunia kepenulisan sejak SMA. Menulis untuk mading sekolah, naskah
skenario drama, bahkan pernah mengikuti bengkel cerpen majalah Annida ke IV dan
Lingkar Pena Ciputat di UIN Jakarta. Beliau aktif di dunia teater serta aktif
di kegiatan komunitas kepenulisan Proyek Nulis Buku Bareng (PNBB).
Beberapa
cerpennya pernah dimuat di majalah-majalah. Saat ini, sambil bekerja, penulis
juga sedang giat menulis novel. Ada tiga novel yang mendapat sambutan hangat
dari pembaca yang pernah ia share di blog dan note Facebook; Novel Vermiste,
Bilang Ayahmu Aku Seorang Muslim dan Bram Sang Guru Muda.
Kisah Van Loon diawali dengan pertemuan
antara Ivan dan Berik. Berik sangat memusuhi Ivan karena Ivan memiliki fisik
Belanda sehingga dianggap sebagai penjajah. Peperangan hebat pun terjadi antara
mereka. Sementara Pipen sahabat Ivan yang ternyata adik Berik berpihak kepada
Ivan. Lewat merekalah penulis menunjukan arti persahabatan yang sesungguhnya.
Selain Pipen juga ada sahabat setia bernama Ray yang awalnya ditolak keras oleh
Pipen karena sifat feminimnya yang persis waria. Meskipun banyak perbedaan
namun mereka bahagia menghabiskan hari bersama-sama. Sampai Konflik 3 sahabat
itu muncul, ketika kelebihan masing-masing menuntut untuk dihargai. Mereka sama
kesal dan marah, tetapi penulis mampu menawarkan solusi menarik hingga masalah
mereka tuntas. Kemudian muncullah sosok Huzay sang bintang yang membuat hati Ivan
terpincut, jatuh cinta sampai ujung cerita. Namun seiring dengan tumbuh dan
berseminya rasa cinta itu, Ivan memilih pergi meninggalkan hatinya demi “sebuah
pencarian”. Pada Masa SMA, pencarian Ivan akan statusnya sebagai anak kandung
Umak semakin dipertanyakan. Juga hasrat untuk mencari Ayah kandung semakin
menggebu-gebu. Akhirnya dia rela meninggalkan kampung halaman serta cinta Huzay
demi mencari Sang Ayah ke Jakarta atau mungkin sampai ke negeri Belanda,
mengingat fisiknya yang mirip sekali dengan orang Belanda. Cerita berlanjut di
Jakarta. Perjalanan Ivan penuh kendala. Namun hal ini membuat Ivan, Pipen dan
Ray yang sempat terpisah kembali bersama-sama, bahkan Lin dan Huzay rela
menyusul Ivan ke Jakarta untuk mendukung Ivan ketika didalam penjara. Pasalnya
Ivan bersikeras memperjuangkan naskah scenario karyanya yang dijiplak oleh
Nadya Nirmala. Dari konflik naskah scenario inilah, Ivan mendapatkan jalan menuju
akhir pencarian. Sang Ayah (Van Loon) pun ditemukan dengan ujung yang
mengharukan.
Plot/alur
: Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot/alur dengan sangat baik merupakan
salah satu kekuatan novel ini. Alur maju dan alur mundur yang disajikan dalam
novel ini mudah dipahami, menarik dan membuat penasaran pembaca.
Penokohan, watak
: Beginilah sifat anak Lintang, keras sekeras baja dan tak akan mudah menyerah.
Wajar saja jika mereka memiliki pribahasa yang dijunjung tinggi “NEDO MUNOH
MATI JADILAH”. Tidak membunuh, matipun jadi. Itulah cuplikan novel Van loon
yang sangat khas.
Penokohan
antara protagonis dan antagonis sangat jelas dan dari setiap sifat mereka
memiliki alasan kuat yang manusiawi sehingga pembaca dengan mudah dapat
menerima yang baik ataupun yang salah.
Tokoh
Ivan, Pipen dan Ray merupakan tokoh sentral yang mempunyai tekad baik dan rela
berkorban. Kesempurnaan watak mereka diwarnai oleh tokoh lain yang berwatak
berbeda. Seperti Berik yang terus memusuhi Ivan karena dianggap keturunan
Belanda (penjajah), dan Nadya Nirmala yang berbuat licik telah menjiplak karya
Ivan dan menuntut Ivan hingga masuk penjara. Selain itu, setiap tokoh seperti
Elun, Huzay, Umak, dll. memiliki watak yang sangat kuat. Pengarang mampu
menampilkan setiap tokoh menjadi diri mereka sendiri. Salut.
Sudut pandang maha
tahu yang digunakan dalam novel ini juga mendukung keseluruhan cerita. Sang
pengarang yang memaparkan setiap kejadian melalui pengamatan setiap tokoh
(orang ketiga) membuat pembaca turut terlibat kedalam suasana yang diciptakan.
Amanat : novel
ini sarat dengan amanat, terutama mengenai perbedaan. Seperti Ivan yang
terlahir bule harus tinggal ditengah-tengah masyarakat Melayu, juga Ray yang
pernah menjadi banci/waria. Adapun amanat yang terdapat dalam novel ini
diantaranya kita harus bersikap qanaah (menerima keadaan diri sendiri),
berbakti kepada Orang tua, setia kawan, peduli terhadap kesulitan orang lain,
optimis dalam menjalani hidup, menghargai pilihan dan kuat dalam mempertahankan
hak dan kebenaran. Amanat-amanat tersebut terungkap jelas dengan tindakan dan
sikap yang setiap tokoh mainkan.
Akhir cerita yang
terkesan cepat dan mudah ditebak menjadi salah satu kelemahan novel ini. Sejak
pertemuan tokoh pertama dengan gadis bule yang baru ditolongnya langsung
menimbulkan kecurigaan pembaca. Bahwa dialah kerabat yang memiliki hubungan
dengan Ayah yang dicari-cari. Selain itu, ada beberapa kata yang salah, seperti
menulia yang seharusnya menulis (hal.42). Akan tetapi, hal
tersebut tidak mengurangi keunggulan novel ini. Ending tetap dinanti pembaca untuk mengetahui jawaban dari rasa
penasaran yang sudah diobok-obok
pengarang dengan konflik-konflik yang disajikan.
Jika
Anda membaca novel ini mungkin Anda akan terkesan dengan kepribaadian setiap
tokoh juga panorama Sumatera dengan sungai jernih dan ladang kopinya. Selain
konflik yang berani juga solusi-solusinya yang menarik, penempatan bahasa
daerah asli Sumatera dalam novel ini sangat tepat hingga memperkuat karakter
tokoh sebagai pribumi asli dan Anda pun ikut hanyut dalam suasana Sumatera yang
asri. Dan dengan berbagai bahasa pula, novel ini semakin segar dan berwarna.
Bukan
sekedar memberitahukan, tetapi dalam novel ini penulis mampu menunjukkan bagaimana para tokoh
berbuat. Membaca aliran kata-katanya juga menikmati penuturannya akan membuat
Anda melihat dan terlibat dalam adegan yang disajikan. Selamat membuktikan dan
menikmati kisah Van Loon yang sayang sekali bila terlewatkan! (Pen.Neehaya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar