Kamis, 11 Juli 2013

Van Loon






KISAH ANAK LINTANG 4 LAWANG


Judul : Van Loon
Pengarang : Hengki Kumayandi
Penerbit digital : Pustaka Hanan
Tahun terbit : 2012
Publikasi : Pustaka E-Book
Tata Letak dan Desain :  Tim Pustaka Hanan
Ilustrasi buku : suasana diwaktu fajar, langit setengah gelap, terdapat seorang laki-laki di atas gunung dan cahaya mentari dengan tulisan warna emas.
            Hengki Kumayandi aktif di dunia kepenulisan sejak SMA. Menulis untuk mading sekolah, naskah skenario drama, bahkan pernah mengikuti bengkel cerpen majalah Annida ke IV dan Lingkar Pena Ciputat di UIN Jakarta. Beliau aktif di dunia teater serta aktif di kegiatan komunitas kepenulisan Proyek Nulis Buku Bareng (PNBB).
Beberapa cerpennya pernah dimuat di majalah-majalah. Saat ini, sambil bekerja, penulis juga sedang giat menulis novel. Ada tiga novel yang mendapat sambutan hangat dari pembaca yang pernah ia share di blog dan note Facebook; Novel Vermiste, Bilang Ayahmu Aku Seorang Muslim dan Bram Sang Guru Muda.
          Kisah Van Loon diawali dengan pertemuan antara Ivan dan Berik. Berik sangat memusuhi Ivan karena Ivan memiliki fisik Belanda sehingga dianggap sebagai penjajah. Peperangan hebat pun terjadi antara mereka. Sementara Pipen sahabat Ivan yang ternyata adik Berik berpihak kepada Ivan. Lewat merekalah penulis menunjukan arti persahabatan yang sesungguhnya. Selain Pipen juga ada sahabat setia bernama Ray yang awalnya ditolak keras oleh Pipen karena sifat feminimnya yang persis waria. Meskipun banyak perbedaan namun mereka bahagia menghabiskan hari bersama-sama. Sampai Konflik 3 sahabat itu muncul, ketika kelebihan masing-masing menuntut untuk dihargai. Mereka sama kesal dan marah, tetapi penulis mampu menawarkan solusi menarik hingga masalah mereka tuntas. Kemudian muncullah sosok Huzay sang bintang yang membuat hati Ivan terpincut, jatuh cinta sampai ujung cerita. Namun seiring dengan tumbuh dan berseminya rasa cinta itu, Ivan memilih pergi meninggalkan hatinya demi “sebuah pencarian”. Pada Masa SMA, pencarian Ivan akan statusnya sebagai anak kandung Umak semakin dipertanyakan. Juga hasrat untuk mencari Ayah kandung semakin menggebu-gebu. Akhirnya dia rela meninggalkan kampung halaman serta cinta Huzay demi mencari Sang Ayah ke Jakarta atau mungkin sampai ke negeri Belanda, mengingat fisiknya yang mirip sekali dengan orang Belanda. Cerita berlanjut di Jakarta. Perjalanan Ivan penuh kendala. Namun hal ini membuat Ivan, Pipen dan Ray yang sempat terpisah kembali bersama-sama, bahkan Lin dan Huzay rela menyusul Ivan ke Jakarta untuk mendukung Ivan ketika didalam penjara. Pasalnya Ivan bersikeras memperjuangkan naskah scenario karyanya yang dijiplak oleh Nadya Nirmala. Dari konflik naskah scenario inilah, Ivan mendapatkan jalan menuju akhir pencarian. Sang Ayah (Van Loon) pun ditemukan dengan ujung yang mengharukan.
Plot/alur : Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot/alur dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan novel ini. Alur maju dan alur mundur yang disajikan dalam novel ini mudah dipahami, menarik dan membuat penasaran pembaca.
Penokohan, watak : Beginilah sifat anak Lintang, keras sekeras baja dan tak akan mudah menyerah. Wajar saja jika mereka memiliki pribahasa yang dijunjung tinggi “NEDO MUNOH MATI JADILAH”. Tidak membunuh, matipun jadi. Itulah cuplikan novel Van loon yang sangat khas.
Penokohan antara protagonis dan antagonis sangat jelas dan dari setiap sifat mereka memiliki alasan kuat yang manusiawi sehingga pembaca dengan mudah dapat menerima yang baik ataupun yang salah.
Tokoh Ivan, Pipen dan Ray merupakan tokoh sentral yang mempunyai tekad baik dan rela berkorban. Kesempurnaan watak mereka diwarnai oleh tokoh lain yang berwatak berbeda. Seperti Berik yang terus memusuhi Ivan karena dianggap keturunan Belanda (penjajah), dan Nadya Nirmala yang berbuat licik telah menjiplak karya Ivan dan menuntut Ivan hingga masuk penjara. Selain itu, setiap tokoh seperti Elun, Huzay, Umak, dll. memiliki watak yang sangat kuat. Pengarang mampu menampilkan setiap tokoh menjadi diri mereka sendiri. Salut.
Sudut pandang maha tahu yang digunakan dalam novel ini juga mendukung keseluruhan cerita. Sang pengarang yang memaparkan setiap kejadian melalui pengamatan setiap tokoh (orang ketiga) membuat pembaca turut terlibat kedalam suasana yang diciptakan.
Amanat : novel ini sarat dengan amanat, terutama mengenai perbedaan. Seperti Ivan yang terlahir bule harus tinggal ditengah-tengah masyarakat Melayu, juga Ray yang pernah menjadi banci/waria. Adapun amanat yang terdapat dalam novel ini diantaranya kita harus bersikap qanaah (menerima keadaan diri sendiri), berbakti kepada Orang tua, setia kawan, peduli terhadap kesulitan orang lain, optimis dalam menjalani hidup, menghargai pilihan dan kuat dalam mempertahankan hak dan kebenaran. Amanat-amanat tersebut terungkap jelas dengan tindakan dan sikap yang setiap tokoh mainkan.
Akhir cerita yang terkesan cepat dan mudah ditebak menjadi salah satu kelemahan novel ini. Sejak pertemuan tokoh pertama dengan gadis bule yang baru ditolongnya langsung menimbulkan kecurigaan pembaca. Bahwa dialah kerabat yang memiliki hubungan dengan Ayah yang dicari-cari. Selain itu, ada beberapa kata yang salah, seperti menulia yang seharusnya menulis (hal.42). Akan tetapi, hal tersebut tidak mengurangi keunggulan novel ini. Ending tetap dinanti pembaca untuk mengetahui jawaban dari rasa penasaran yang sudah diobok-obok pengarang dengan konflik-konflik yang disajikan.
Jika Anda membaca novel ini mungkin Anda akan terkesan dengan kepribaadian setiap tokoh juga panorama Sumatera dengan sungai jernih dan ladang kopinya. Selain konflik yang berani juga solusi-solusinya yang menarik, penempatan bahasa daerah asli Sumatera dalam novel ini sangat tepat hingga memperkuat karakter tokoh sebagai pribumi asli dan Anda pun ikut hanyut dalam suasana Sumatera yang asri. Dan dengan berbagai bahasa pula, novel ini semakin segar dan berwarna.
Bukan sekedar memberitahukan, tetapi dalam novel ini penulis  mampu menunjukkan bagaimana para tokoh berbuat. Membaca aliran kata-katanya juga menikmati penuturannya akan membuat Anda melihat dan terlibat dalam adegan yang disajikan. Selamat membuktikan dan menikmati kisah Van Loon yang sayang sekali bila terlewatkan! (Pen.Neehaya)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar